
Kata ’Tunza’ berarti ’untuk mengobati dengan hati-hati atau kasih sayang’ dalam bahasa Kiswahili. Inisiatif Tunza bertujuan untuk mengembangkan kegiatan di bidang kesadaran lingkungan dan pertukaran informasi tentang lingkungan untuk anak dan remaja. Strategi Pemuda Tunza, diadopsi pada 2003 oleh Dewan Pemerintahan UNEP, merupakan strategi jangka panjang untuk melibatkan orang muda dalam kegiatan lingkungan dan dalam pekerjaan UNEP.
Konferensi Internasional Tunza untuk pemuda diselenggarakan oleh UNEP dengan dukungan dari beberapa organisasi PBB termasuk ILO, UNICEF, UNFPA, FAO, WMO, UNESCO dan UN / DESA, serta organisasi pemuda internasional seperti Organisasi Dunia Gerakan Pramuka dan mitra sektor swasta, seperti perusahaan Bayer.
Anak-anak dan remaja mengambil bagian dalam konferensi tersebut dipilih dari 3.000 pelamar berdasarkan proyek-proyek lingkungan mereka dan seberapa aktif mereka pada isu-isu hijau. Peserta ’anak’ adalah 10-14 tahun dan peserta ’pemuda’ yang 15-24 tahun.
Hasil akhir konferensi Tunza tahun ini adalah Deklarasi Bandung yang diharapkan dapat menjadi masukan untuk United Nations Conference on Sustainable Development “Rio+20? di Brasil tahun mendatang.
Perhelatan Tunza mungkin hanya sekedar seremonial. Seremonial yang dipandang tinggi hingga pesepak bola asal Kamerun Samuel Eto’o , petenis Rusia Maria Sharapova , bintang film Jacky Chen dan fotografer Yan Arthur Bertrand berkenan hadir.